Desak Negara Tindak Tegas Pinjol, Pengamat: Bukti Konkret Yasonna Laoly Berpihak Lindungi Rakyat

ANALISA INDONESIA

- Redaksi

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:28 WIB

5032 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Analis kebijakan publik dan sosial-politik, Nasky Putra Tandjung menilai, Ketegasan dan komitmen Anggota DPR RI sekaligus Mantan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, mendesak pemerintah, aparat penegak hukum, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk mengambil langkah lebih tegas dan tanpa kompromi dalam memberantas judi online serta teror pinjaman online patut didukung penuh oleh semua pihak.

Menurut Nasky, Langkah tegas gnggota Komisi XIII DPR RI, Yasonna Laoly mencerminkan seruan dan tanggun jawab moral (moral force) sebagai pejabat publik dan representasi suara rakyat di parlemen dalam menjalankan tugas wewenangnya sesuai amanat peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam melindungi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara.

“Oleh sebab itu, Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), Kami menyatakan apresiasi tinggi serta mendukung penuh komitmen dan langkah progresif Anggota Komisi XIII DPR RI, Yasonna Laoly. Ini bentuk intervensi kebijakan yang relevan dengan kebutuhan riil dinamika kehidupan masyarakat saat ini. Judi online bukan lagi sekadar persoalan individu atau kebiasaan buruk. Ini sudah menjadi kejahatan siber terorganisir yang menggerogoti ekonomi rakyat dan mengancam ketahanan sosial bangsa. Negara harus hadir dengan tindakan yang lebih keras dan tanpa kompromi,” kata Nasky dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, pada Kamis (25/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Alumnus INDEF School Of Politcal Economy Jakarta itu menjelaskan, Hingga perhari ini Komdigi telah memutus akses 3,45 juta situs judi online dan mengajukan pembekuan lebih dari 25 ribu rekening yang diduga terkait aktivitas perjudian daring. Namun demikian, ia menilai perang ini masih jauh dari selesai karena selama mata rantai di hulu belum diputus, situs baru akan terus muncul dan praktik premanisme siber oleh debt collector pinjol akan terus mengancam keselamatan masyarakat.

“Karena itu, dukungan dari Anggota DPR RI sekaligus Mantan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly pada stake holder terkait, terkhususnya Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk mengambil langkah lebih tegas dan tanpa kompromi dalam memberantas judi online serta teror pinjaman online harus dipahami bukan semata kegiatan filantropi politik, melainkan bagian dari respons kebijakan strategis anggota legislatif terhadap persoalan praktik judi online yang kerap menggerogoti ekonomi masyarakat hingga mengancam ketahanan sosial nasional,” tegasnya.

Lebih dalam lagi, Founder Nasky Milenial Center (NMC) menegaskan, Dalam perspektif kebijakan publik, ini adalah bentuk policy responsiveness dan adaptif terkait tantangan kemajuan digitalisasi yang kian kompleks. Negara melalui wakil rakyat hadir menjawab masalah konkret, dan menjaga risiko keselamatan masyarkakat. Artinya, pengawasan dan kebijakan tidak berhenti pada regulasi dan narasi, tetapi hadir dalam eksekusi nyata.

“Langkah ini mencerminkan pendekatan afirmatif dalam kebijakan sosial, yakni keberpihakan pada kelompok yang paling terdampak secara ekonomi dan mobilitas. Ini sejalan dengan prinsip equity-based policy, di mana kebijakan publik harus mengoreksi ketimpangan ekonomi dan sosial. Secara kebijakan, ini menunjukkan adanya perhitungan terhadap dampak sistemik, bukan kebijakan populis sesaat,” jelasnya.

Wakil rakyat dalam hal ini Anggota Komisi XIII DPR RI, Yasonna Laoly tidak cukup hanya membuat undang-undang. Mereka juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memastikan kebijakan dirasakan langsung oleh konstituen. “Ini menunjukkan bahwa politik bisa bekerja dalam bentuk pelayanan, bukan sekadar simbol. Inilah contoh bagaimana kebijakan publik bertemu dengan kebutuhan budaya masyarakat secara konkret,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Pusat Studi Kepolisian Terus Menggeliat, Mahasiswa Bedah Gagasan Reformasi Birokrasi Polri
Budi Arie Diterpa Isu Politik, Pengamat : Publik Jangan Terjebak Potongan Video dan Narasi Sepihak
Aktivis Nasional: Pembentangan Bendera di Samarinda Merupakan Ekspresi Identitas dan Aspirasi, Bukan Serta-Merta Gerakan Keluar dari NKRI
Prof DR Sutan Nasomal Menghimbau Semua Organisasi Pers Melaksanakan Sertifikasi Profesi Wartawan
Prof DR Sutan Nasomal : Bijaksana Mengartikan Londo Ireng Sangat Penting Karena Semua Itu Adalah Saksi Sejarah
Masih Adakah Pers Nasionalis? Ini Jawaban AKPERSI untuk Presiden
Tanpa Rompi, Tanpa Borgol, Eks Jampidsus Jadi Sorotan: PW GP Al Washliyah Desak Transparansi
Kasubag Umpeg Disdikbud Subang Tinjau Langsung Uji Kompetensi Guru di SMPN 4 Subang

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 10:34 WIB

Pelayanan Gigi Keliling Polres Aceh Tenggara Curi Perhatian Ketua Umum Bhayangkari di Aceh Tamiang

Kamis, 24 September 2026 - 16:56 WIB

Gerak Cepat Unit Identifikasi Polres Aceh Tenggara, Tangani TKP Warga Meninggal di Perapat Sepakat

Rabu, 23 September 2026 - 14:58 WIB

Malam Hari, Polsek Lawe Sigala-gala Gelar Razia KRYD, Cegah Gangguan Kamtibmas

Senin, 21 September 2026 - 14:31 WIB

Polres Aceh Tenggara Tingkatkan Kesiapsiagaan, Hadapi Potensi Bencana dengan Respons Cepat

Jumat, 18 September 2026 - 11:56 WIB

Di Tengah Musibah, Kapolres dan Bupati Aceh Tenggara Hadir Menguatkan Korban Kebakaran

Kamis, 17 September 2026 - 20:01 WIB

46 Knalpot Brong Dimusnahkan, Polres Aceh Tenggara Tegaskan Komitmen Tertib Berlalu Lintas

Rabu, 16 September 2026 - 15:37 WIB

Puluhan Paket Sabu Diungkap di Aceh Tenggara, LSM Kompak Apresiasi Kinerja Kapolres Aceh Tenggara

Rabu, 16 September 2026 - 09:34 WIB

Perkuat Kolaborasi, Kapolres Aceh Tenggara Silaturahmi ke Kemenag dan Tandatangani MoU

Berita Terbaru